Deskripsi pembelajaran
Perencanaan merupakan
suatu alat untuk perumusan dan penyusunan rangkaian saran-saran/resep
(prescriptions) tindakan yang perlu dilakukan untuk
mengatasi masalah-masalah yang ada dan berkembang, sekaligus untuk mewujudkan
kondisi-kondisi yang diinginkan di masa mendatang. Upaya mengatasi masalah
sambil memanfaatkan potensi-potensi yang ada, dan bahkan memelihara, memperbaiki,
membangun sinergi, atau menciptakan peluang-peluang yang lebih baik di masa
depan ini juga memerlukan suatu rangkaian proses yang dilakukan untuk mengenali
dan memahami masalah yang dihadapi, memahami potensi dan kekuatan yang dimiliki, serta menilai
peluang-peluang dan kesempatan yang ada untuk memutuskan rumusan pengkoordinasian
rangkaian tindakandan aktivitas-aktivitas lain, dalam suatu kesatuan tindakan
yang terkelola, yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Dari sudut
pandang ini, dapat dikatakan bahwa perencanaan juga merupakan suatu rangkaian tindakan/aktivitas
yang terarah dan terkendali pada beberapa keperluan untuk: mengenali dan
memahami persoalan-persoalan yang dimiliki; mengenali dan memahami potensi,
ketersediaan sumberdaya, dan kesempatan-kesempatan yang bisa dilakukan;
menganalisis kebutuhan-kebutuhan, tujuan dan harapan, termasuk untuk memahami peluang-peluang
untuk mendayagunakan sumber-sumber daya dan kesempatan-kesempatan yang
dimiliki, untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi;merumuskan
rangkaian tindakan bias dilakukan dan diyakini mampu menjadi jalan untuk
mencapai tujuan-tujuan dan harapan-harapan yang diinginkan; dan mengelola
pelaksanaan rangkaian tindakan-tindakan yang telah direncanakan agar sesuai
maksud dan tujuan pelaksanaannya.
Dalam konteks
ini, prencanaan menjadi suatu proses yang dinamis, dimana aktivitas yang
dilakukan tidak harus selalu berlangsung secara linier, namun harus mampu
memberikan beberapa umpan balik (learning
proccess),baik di dalam penyusunannyamaupun di dalam pelaksanaannya. Umpan
balik dan perubahan tersebut diperlukan untuk melakukan cek dan ricek, agar
permasalahan dan/atau tujuan serta harapan yang dibidik dan disasar di dalam
proses perencanaannya benar-benar merupakan permasalahan yang sebenarnya, serta
agar rumusan kegiatan yang disusun dan dilakukan benar-benar mampu membawa
aktivitas kepada tujuan untuk mengatasi permasalahan yang dibidik secara
efektif.
Dinamika ini
terjadi karena obyek perencanaan, yaitu ruang dan segala aktivitas yang
berlangsung di dalamnya seringkali berkembang sepanjang waktu dalam suatu proses
yang komplek dan dinamis, sebagai akibat dari adanya berbagai sistem aktivitas yang
berada di dalamnya, yaitu sistem aktivitas ekonomi, sosial, lingkungan, maupun
sistem politik, pengambilan keputusan dan pengorganisasian yang saling
berkaitan dan saling mempengaruhi. Perubahan itu juga terjadi karena munculnya perkembangan
persepsi, keinginan, pendekatan dan cara-cara baru dari setiap aktor yang ada
di dalam masyarakat maupun sistem aktivitasyang berlangsung di dalam wilayah atau
kota tersebut. Dalam konteks perencanaan, perubahan-perubahan yang terjadi
tersebut seringkali harus diakomodasi sebgai bagian dari skenario yang terjadi,agar
perkembangan permasalahannyajuga turut bisa diantisipasi secara efektif di
dalam proses perencanaan, dengan mnggunakan kapasitas sumber daya yang dimiliki.
Di dalam
prakteknya, dinamika dan perubahan tersebut memunculkan beberapa pendekatan
perencanaan yang berbeda, yang juga disebabkan oleh kebutuhan yang berbeda. Pendekatan
berbeda tentu juga akan menghasilkan rangkaian tindakan yang berbeda
dibandingkan dengan pendekatan lain. Perbedaan tindakan inilah yang menjadikan
proses perencanaan, yaitu perumusan terhadap rangkaian tindakan yang perlu dilakukan
dalam mengantisipasi permasalahan tersebut menjadi berbeda-beda tergantung
kepada obyek, kebutuhan dan juga pendekatan yang dijadikan landasan. Seorang
perencana yang baikseharusnya bisa memahami kenyataan ini sehingga terbiasa menentukan
pendekatan dan proses perencanaan yang sesuai, dan bekerja dalam situasi yang
berbeda-beda ketika melakukan perencanaan.
Dengan latar
belakang tersebut, matakuliah ini dirancang untuk memberikan landasan dasar
pemahaman tentang proses dan tahapan perencanaan, sesuai dengan tipe dan
kondisi perencanaan yang berbeda. Kemampuan membedakan proses perencanaan
berdasar substansinya sangat ditentukan oleh kepekaan pemahaman terhadap
karakteristik serta lingkup dan lingkungan permasalahan pembangunan yang
dikaji. Pemahaman terhadap karakteristik, lingkup dan lingkungann perencanaan
ini sangat penting karena akan berpengaruh kepada pemilihan metoda perencanaan
yang pada gilirannya berimplikasi kepada kemampuan identifikasi kebutuhan
preskripsi dan model perencanaan.
Mata kuliah ini
membahas akan pendekatan-pendekatan yang bisa dilakukan di dalam suatu proses
perencanaan, serta tahapan kegiatan yang menjembatani antara perencanaan
dan implementasi pembangunan, karena perencanaan dan pembangunan secara teoritik
merupakan sebuah rangkaian yang tidak terpisahkan dan saling mempengaruhi. Oleh
karena itu, mata kuliah ini juga akan mencoba memberikan bekal wawasan serta
pengetahuan praktis bagaimana menghubungkan perencanaan denganpembangunan
sehingga terjadi sinergitas di antara keduanya. Pembahasan dilakukan melalui
penjelasan dasar teori, konsep dan metode serta melalui studi kasus
perumusan program pembangunan pada kasus nyata di Indonesia.
manfaat pembelajaran
Mata kuliah PWK
603 Proses Perencanaan dan Pembangunan merupakan mata kuliah dasar yang ditujukan
untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang proses perencanaan dan
evaluasi program pembangunan wilayah dan kota. Pemahaman perencanaan ini
dilakukan dari berbagai tipe perencanaan.
Tujuan umum
pembelajaran mata kuliah ini adalah pada akhirnya mahasiswa mampu menjelaskan
proses perencanaan, menyusun dan mengevaluasi program pembangunan wilayah dan kota.
Secara lebih khusus, diharapkan mahasiswa mampu untuk:
- Menjelaskan pendekatan dan tahapan dalam proses perencanaan serta perannya dalam proses pembangunan;
- Memahami proses penyusunan suatu proses perencanaan;
- Memahami proses penyusun program pembangunan yang menjadi dasar bagi kegiatanpembangunan;dan
- Menjelaskan dasar teori dan metode evaluasi serta mampu menggunakannya untuk proses monitoring dan evaluasi dari suatu kegiatan pembangunan;
kompetensi pembelajaran
standar kompetensi
Setelah
menyelesaikan mata kuliah ini, peserta diharapkan mampu mengenali keragaman
permasalahan dan sifat dari permasalahan perencanaan pembangunan yang ada, serta mampu mengenali
keragaman darisistem perencanaan yang ada dan rangkaian proses perencanaannya.
strategi pembelajaran
Pembelajaran
dalam mata kuliah ini dilaksanakan dengan dua tahap. Tahap Pertama adalah perkuliahan
tentang proses perencanaan yang dilakukan dengan metoda ceramah dan diskusi. Selanjutnya,
pada Tahap Kedua dilakukan perkuliahan tentang proses evaluasi,
penilaian dan monitoring pembangunan.
Tahap-tahap ini dilakukan sebagai penjelasan tentang materi perkuliahan yang ada. Dosen akan menjelaskan secara singkat
dan garis besar dari suatu atau beberapa materi perkuliahan di kelas, dan
mahasiswa diharapkan untuk bisa secara aktif, baik individual maupun kelompok
untuk membahas dan memberi respon.
Selain perkuliahan
yang dilakukan di dalam tahap-tahap ini, proses pembelajaran dilakukan dengan
cara menganalisis terhadap salah satu contoh dari proses perencanaan dan proses
pembangunan yang ada. Kegiatan ini dilakukan untuk memperdalam materi
perkuliahan dengan mengembangkan pemikiran dan pemahaman terhadap berbagai
metode yang pada intinya mengedepankan keaktifan mahasiswa, baik secara
berkelompok maupun individual. Pendekatan yang dilakukan pada tahap ini adalah
mengembangkan peran aktif mahasiswa di dalam melakukan analisis dan penilaian
terhadap suatu proses perencanaan dalam pembangunan wilayah dan/atau kota. Oleh
karena itu, tahapan dari strategi pembelajaran ini dilakukan dengan suatu peran
aktif mahasiswa dalam penyusunan tugas-tugas yang diberikan, baik kepada
kelompok maupun kepada individu.
No comments:
Post a Comment